Please enable JavaScript to access this page. Kedungreja News

Breaking News

Pantai Kemiren Cilacap Ludes Terbakar Dua Warung Merugi Hingga Rp. 40 Juta

KEDUNGREJANEWS - Dua warung di kawasan wisata Pantai Kemiren, Cilacap, Jawa Tengah, ludes terbakar, Sabtu (1/2/2025) malam. Kobaran api yang...

Selasa, 04 Februari 2025

Pantai Kemiren Cilacap Ludes Terbakar Dua Warung Merugi Hingga Rp. 40 Juta

KEDUNGREJANEWS - Dua warung di kawasan wisata Pantai Kemiren, Cilacap, Jawa Tengah, ludes terbakar, Sabtu (1/2/2025) malam.

Kobaran api yang membesar sempat membuat pedagang dan warga di sekitar lokasi panik.

"Akibat kebakaran, kondisi kedua warung hangus tak tersisa dan rata dengan tanah," ungkap Kabid Damkar dan Penyelamatan pada Satpol PP Cilacap Supriyadi, dalam keterangan tertulis yang diterima KEDUNGREJANEWS Minggu (2/2/2025).


Menurut Supriyadi, warung yang terbakar milik Hesti dan Ning.

Informasi yang didapat, api muncul dari satu di antara warung tersebut, sekitar pukul 21.30 WIB.

Pemilik warung dan warga sempat berusaha memadamkan api agar tak merembet ke bangunan warung semipermanen lain.

Baca Juga : Bupati Cilacap Lantik Pj. Kades Kubangkangung Kawunganten

Sayang, upaya mereka gagal hingga melapor ke Damkar Cilacap.

"Menurut pelapor, api sudah membakar sebagian warung."

"Karena takut menjalar, warga sekitar ikut membantu memadamkan api," jelas Supriyadi.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi baru bisa memadamkan api satu jam setelah kejadian.

"Api benar-benar padam pukul 22.30 WIB. Petugas menghabiskan 10 ribu liter air dalam upaya pemadaman," kata dia.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran itu. Namun, kedua pemilik warung diperkirakan merugi hingga Rp40 juta.

Baca Juga : Pemerintah Pusat Larang Pengecer Jual Gas Elpiji 3 Kilogram

Menurut Supriyadi, kebakaran ini kini dalam penanganan polisi.

Belum diketahui sumber api yang melalap dua warung tersebut

"Kerugian material yang dialami pemilik warung, masing-masing Rp20 juta. Sedangkan untuk penyebabnya, hingga saat ini, masih dalam penyelidikan," imbuhnya. 

Sumber dari : ( TRIBUNBANYUMAS.COM )

Read more ...

Senin, 03 Februari 2025

Pj. Bupati Cilacap Lantik Pj. Kades Kubangkangung Kawunganten

 Pj. Bupati Cilacap Lantik Pj. Kades Kubangkangung Kawunganten - CILACAP – Penjabat Bupati Cilacap, M. Arief Irwanto, melantik dan mengambil sumpah jabatan Penjabat Kepala Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten, pada Senin (3/2/2024). Penjabat Kepala Desa yang dilantik adalah Tofik Hidayat, yang menjabat sebagai Pegadministrasi Perkantoran di Kecamatan Kawunganten. Tofik menggantikan Kepala Desa Definitif, Joko Pristiwanto, yang meninggal dunia pada Desember 2024 lalu.


Pelantikan yang dilaksanakan di ruang serbaguna Balai Desa Kubangkangkung ini dihadiri oleh sejumlah kepala OPD, Forkopimcam Kawunganten, serta segenap kepala desa di wilayah Kecamatan Kawunganten. Dalam sambutannya, Pj. Bupati M. Arief Irwanto menyampaikan agar segenap aparat pemerintahan desa dapat meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Baca Juga : Pemerintah Pusat Larang Pengecer Jual Gas Elpiji 3 Kilogram

“Pemerintah desa harus senantiasa meningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat dan berinovasi dengan APBDes agar pembangunan desa dapat lebih optimal,” ujar Arief. Ia menekankan bahwa siapapun yang menjadi kepala desa haruslah orang-orang hebat yang mampu membawa kemajuan bagi Desa Kubangkangkung.


Camat Kawunganten, Misran, juga mengingatkan Pj. Kepala Desa terlantik agar segera beradaptasi dan membangun sinergi dengan seluruh stakeholder di Kecamatan Kawunganten. “Percepatan ini perlu dilakukan agar pelayanan pemerintah kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tegas Misran.

Baca Juga : Gempa M 3,2 Goyang Perairan Cilacap

Ia juga menambahkan bahwa Pj. Kepala Desa harus banyak berinteraksi dengan masyarakat untuk menampung berbagai aspirasi dan usulan masyarakat terkait rencana pembangunan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. ( Sumber :  https://cilacapkab.go.id )

Read more ...

Gempa M 3,2 Goyang Perairan Cilacap

 

Gempa M 3,2 Goyang Perairan Cilacap
Gempa M 3,2 Goyang Perairan Cilacap - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,2 terjadi di Cilacap. Gempa ini berpusat di perairan.

"Info Gempa Mag:3.2, 02-Feb-25," kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/2/2025).

BMKG mencatat gempa ini terjadi pukul 22.33 WIB. Titik koordinat gempa berada di 8,18 Lintang Selatan, dan 108,85 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di 53 kilometer barat daya Cilacap. "Kedalaman (gempa) 80 km," terangnya.

Hingga berita ini ditulis belum diketahui dampak akibat gempa ini. Sumber. detikjateng

Baca Juga : Pemerintah Pusat Larang Pengecer Jual Gas Elpiji 3 Kilogram

Read more ...

Minggu, 02 Februari 2025

KRONOLOGI Pikap Terbalik di Kedungreja Cilacap, Sempat Oleng

 KRONOLOGI Pikap Terbalik di Kedungreja Cilacap, Sempat Oleng -


Personel Satlantas Polresta Cilacap melakukan olah TKP tergulingnya pikap pengangkut puluhan santri di Kedungreja, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (22/10/2023). Kasatlantas Polresta Cilacap, Kompol Nunung Farmadi menuturkan, kecelakaan pikap yang mengangkut puluhan santri terjadi pada pagi sekitar pukul 08.45 WIB. 

Polisi mengungkapkan kronologi kecelakaan mobil pikap terguling di Kedungreja, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (22/10/2023).

Kasatlantas Polresta Cilacap, Kompol Nunung Farmadi menuturkan, kecelakaan pikap yang mengangkut puluhan santri terjadi pada pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

Diketahui para santri yang berasal dari Ponpes Assa'idiyah ini akan menghadiri upacara peringatan Hari Santri.

Personel Satlantas Polresta Cilacap melakukan olah TKP tergulingnya pikap pengangkut puluhan santri di Kedungreja, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (22/10/2023).

Kecelakaan bermula saat pikap bernopol R-8377-MK ini melaju dari arah timur ke barat di Jalan Raya Kedungreja.

Pikap tersebut melaju dengan kecepatan tinggi yang membuat kendaraan tiba-tiba oleng ke arah kiri.

"Pada saat di TKP pikap mengalami oleng dan terguling, karena kecepatan tinggi terus penumpang juga banyak sekali," katanya kepada Tribunbanyumas.com

Setelah oleng, pikap terguling dan para penumpang terlempar dan berjatuhan ke bahu jalan.

Baca Juga : Sulitnya Gas Elpiji 3 Kilogram

Menurutnya, total ada 31 santri yang menaiki mobil bak tersebut.

Kondisi lokasi kejadian tidak begitu ramai.

Kejadian berada di jalan kabupaten.

Bahkan, kata dia, lokasi kejadian tergulingnya pikap bukan tempat yang dikategorikan rawan kecelakaan.

"Jadi memang sebelum kejadian sudah oleng dulu.

Tapi TKP tidak rawan kecelakaan, karena itu jalan Kabupaten bukan jalur utama," ungkapnya.

Disebutkan Nunung, akibat kejadian itu, seorang santri meninggal dunia saat menjalani perawatan di Puskesmas Sidareja.

Sementara untuk 30 korban lainnya saat ini masih dirawat di Puskesmas Kedungreja, Puskesmas Sidareja dan RS Aghisna Medika Sidareja.

"Semuanya ada 31 korban.

Untuk yang meninggal dunia 1 orang dan 30 lainnya mengalami luka-luka.

Saat ini masih dirawat di 3 faskes," kata Nunung.

Baca Juga : 31 Santri Luka Luka Akibat Kecelakaan

Tidak Naik Pikap

Terkait insiden itu, Nunung pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menaiki pikap atau kendaraan terbuka.

Karena seperti yang diketahui, pikap hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang-barang saja. 

"Imbauan kepada masyarakat dalam perpindahan tempat jangan menggunakan mobil bak, gunakan kendaraan pengangkut orang.

Mobil bak hanya untuk mengangkut barang," imbaunya.

Dalam penanganan kasus tersebut, Satlantas Polresta Cilacap telah melakukan olah TKP dan juga mengecek kondisi para korban di fasilitas kesehatan. (*)

Read more ...

Pemerintah Pusat Larang Pengecer Jual Gas Elpiji 3 Kilogram, Begini Respons Pemkab Bantul

Gas Elpiji 3 Kilogram 

Aturan larangan pengecer menjual gas elpiji 3 kilogram (KG) belum diterapkan di Bantul. Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul masih akan berkoordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY.

Plt. Kepala DKUKMPP Bantul, Fenty Yusdayati mengaku masih ada ratusan pengecer yang menjual gas elpiji 3 KG. Harga jugal gas tersebut beragam kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 pertabung. Padahal, harga gas elpiji di pangkalan hanya mencapai Rp18.000 per tabung. 

“Di Bantul juga pengecer bermain seperti itu [menaikkan harga gas elpiji hingga Rp23.000]. Karena itu ada kebijakan di pusat, karena terjadi ada pengecer yang bermain, ditimbun,” ungkap Fenty, Minggu (2/2/2025). 

Fenty mengaku kebijakan larangan pengecer menjual gas elpiji 3 KG belum dapat diterapkan. Dalam waktu dekat Fenty pihaknya akan berkoordinasi dengan Hiswana Migas selaku asosiasi yang menaungi pengusaha ritel BBM, dan gas. 

“Kebijakan Pertamina [melarang pengecer menjual gas elpiji 3 KG] mau tidak mau kita diterapkan. Kita akan ikuti kebijakan tersebut,” katanya.  

Fenty mengaku, pasokan gas elpiji 3 KG di Bantul sempat mengalami kelangkaan selama akhir tahun 2024. Saat itu menurut Fenty, kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM terhadap gas elpiji 3 KG cenderung tinggi. Namun, saat itu sempat terjadi kelangkaan dengan dugaan ada pengecer menimbun gas elpiji 3 KG. 

“Kemarin itu terjadi permintaan tinggi karena musim [libur] akhir dan awal tahun. Di pangkalan di drop [pasok gas elpiji 3 KG] sehari habis terutama di Banguntapan, Piyungan dan Bantul,” ujarnya. 

Dia mengaku ketika terjadi kelangkaan elpiji 3 KG, maka beberapa pengecer dapat meningkatkan harga gas tersebut. Fenty mengaku pihaknya pun lantas kesulitan mengendalikan harga tersebut. 

“Jadi harga [gas elpiji 3 KG] di pengecer tidak bisa dikendalikan, [pengecer dalam menerapkan harga] seenaknya sendiri, disimpen,” ujarnya. 

Baca Juga : Jual Gas Elpiji 3 Kilogram

Meski kebijakan tersebut belum diterapkan, namun menurutnya pertamina telah menyosialisasikan terkait dengan kebijakan tersebut kepada agen, pangkalan, dan pengecer gas elpiji di Bantul. Dari situ, pengecer telah diminta untuk beralih menjadi pangkalan agar dapat menjual gas elpiji 3 KG. 

Kedepan jika larangan pengecer menjual gas elpiji 3 KG mulai diterapkan di Bantul, maka pihaknya akan melakukan pengecekan pada agen, pangkalan dan pengecer untuk memastikan penerapan kebijakan tersebut. Jika masih ada agen dan pangkalan yang masih menjual gas elpiji kepada pengecer, atau pengecer yang kedapatan menjual gas elpiji 3 KG, maka akan diberikan sanksi. 

“Jadi nanti kalau dia [agen, pangkalan dan pengecer] melanggar, ngeyel, akan ada sanksi dari pertamina, [seperti] dikurangi jatahnya,” katanya. 

Sementara sejauh ini, pada akhir Februari 2025, Fenty memastikan ketersediaan gas elpiji 3 KG masih mencukupi. Diketahui, tahun 2024 kuota gas elpiji 3 KG di Bantul mencapai 36.022 metrik ton (MT). Kemudian, pada selama Nataru ada tambahan sebesar 3.458 MT. Kemudian, pada 2025, Bantul mendapatkan kuota gas elpiji 3 KG lebih tinggi dari tahun lalu mencapai 41.730 MT.

Read more ...

Kamis, 08 Juli 2021

Jumlah Pasien Covid-19 di Cilacap Makin Mengkhawatirkan

 

Antrean ambulans saat mengantarkan pasien positif Covid-19 di pintu masuk RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Meningkatnya jumlah warga yang terpapar Covid-19 menyebabkan antrean ambulans yang hendak masuk ke RSD Wisma Atlet Kemayoran.

Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengoperasikan empat Puskesmas Rawat Inap di empat wilayah dan satu klinik PMI sebagai fasilitas perawatan pasien Covid-19 untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya pasien Covid-19 di 12 RS rujukan. Pasalnya, jumlah kasus aktif Covid-19 beberapa pekan terakhir meningkat dan belum menunjukkan tren menurun.

Empat puskesmas tersebut yakni, Puskesmas 2 Adipala, Puskesmas Gandrungmangu, Puskemas Bantarsari dan Puskesmas Rawat Inap Binangun. Keempat Puskesmas tersebut dinilai memiliki fasilitas yang memadai sebagai tempat perawatan pasien Covid-19.

Dikhawatirkan RS rujukan tak mampu lagi menampung pasien Covid-19 alias kolaps. Karenanya, Pemkab Cilacap mengoperasikan empat Puskesmas Rawat Inap yang memiliki fasilitas medis memadai sebagai tempat perawatan Covid-19.

“Sementara ya, beberapa Puskesmas langsung membuka poli untuk penanganan Covid-19. Ada lima ya. (Puskesmas) Adipala 2, Gandrungmangu, Bantarsari, Binangun, dan Klinik PMI ya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Cilacap M Wijaya, Rabu (7/7/2021).

Dengan penambahan faskes perawatan Covid-19 tersebut, total ada 17 faskes perawatan Covid-19 dengan kapasitas mendekati 1.000 bed. Namun Wijaya mengaku belum menerima informasi perihal Bed Occupancy Ratio (BOR) di seluruh faskes perawatan Covid-19.

“Ya, jadi masing-masing Puskesmas, saat memungkinkan langsung merawat pasien Covid-19,” ujarnya.

Selain menambah fasilitas perawatan Covid-19, langkah kuratif juga dilakukan Satgas Covid-19 dengan mengutamakan pasien gejala berat dan sedang yang dirawat di RS. Sedangkan pasien bergejala ringan atau bahkan tak bergejala (OTG) menjalani isolasi mandiri.


Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Stok Oksigen


Perihal stok oksigen medis, Satgas Covid-19 Kabupaten Cilacap menjemput dan mengawal truk penyuplai oksigen isi ulang kebutuhan medis untuk rumah sakit dan fasilitas perawatan Covid-19 bisa terpenuhi.

Pasalnya, terjadi lonjakan kasus Covid-19 dan membuat kasus aktif Cilacap tertinggi di Jawa Tengah. Akibatnya, kebutuhan oksigen meningkat seturut naiknya bed occupancy ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan dan fasilitas perawatan Covid-19.

Penjemputan sudah mulai dilakukan sejak Minggu malam. Penjemputan itu merupakan hasil koordinasi dengan perusahaan penyedia oksigen isi ulang, agar tabung oksigen cepat sampai ke Cilacap. Hal itu dilakukan agar RS rujukan Covid-19 tak sampai kehabisan salah satu komponen penting alat penunjang napas tersebut.

“Surabaya, Samator, sudah beres tidak ada kelangkaan. Cilacap alhamdulillah sudah bisa kita cover,” katanya.

Dia menjelaskan, lonjakan pasien dirawat menyebabkan kebutuhan oksigen semakin tinggi. Sementara, dari 12 RS rujukan Covid-19 dan 5 fasilitas perawatan Covid-19 lainnya, hanya RSUD Cilacap yang memiliki instalasi oksigen terpusat. Sedangkan lainnya masih menggunakan tabung gas, dengan ukuran berbagai variasi ukuran.

“Jadi yang gas itu tidak hanya jalan sendiri, tapi juga dijemput oleh Satpol dan Satgas Covid-19. Dijemput di Slawi, atau di mana itu, agar cepat sampai di sini. Sehingga kita tidak menunggu, tapi jemput bola,” ujarnya.

Mengutip data Satgas Covid-19, Rabu (7/7/2021), jumlah kasus aktif Covid-19 mencapai 2.784 orang, atau bertambah 121 orang dibanding hari sebelumnya. Sementara, jumlah kasus aktif total jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Cilacap mencapai 18.096 orang.

Dilansir Dari : https://www.liputan6.com
Complete a survey below to prove you are a Human and not an automated bot.
Read more ...

Rabu, 07 Juli 2021

Rangkuman Covid-19: Seribu Kematian dan Lonjakan Zona Merah | Cilincing, Jakarta

 

Seribu Kematian dan Lonjakan Zona Merah | Cilincing, Jakarta

Jakarta, Indonesia -- Jumlah angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia pada Rabu (7/7) mencapai rekor tertinggi sejak pemerintah mengumumkan kasus pandemi Maret 2020. Angka kematian menembus seribuan.  Jawa Tengah menjadi provinsi penyumbang angka kematian terbanyak. Pemerintah terus berupaya membendung laju penularan Covid dengan menerapkan PPKM darurat di Jawa-Bali, dan PPKM Mikro di luar Jawa dan Bali. CNNIndonesia.com merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, yakni sebagai berikut.

CNNIndonesia.com merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, yakni sebagai berikut.

Angka Kematian Tembus 1.000 

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kembali mencatat kasus covid-19 dan kematian tertinggi sepanjang pandemi di Tanah Air.



Hari ini, Rabu (7/7), angka kasus yang terkonfirmasi selama 24 jam mencapai 34.379 kasus dan yang meninggal mencapai 1.040 pasien. Sementara itu, hari ini ditemukan 14.835 kasus sembuh. Angka-angka tersebut menjadi akumulasi data nasional mencapai 2.379.397 kasus positif, 62.908 kasus meninggal dan 1.973.388 kasus sembuh.

Jawa Tengah Sumbang Kematian Terbanyak 

Provinsi Jawa Tengah hari ini menyumbang kasus kematian terbanyak dibanding provinsi lain, yakni mencapai 480 kasus meninggal. 

Sementara jumlah kasus terkonfirmasi yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir mencapai 3.823 kasus, atau tertinggi ketiga. Dan 2.802 kasus dilaporkan sembuh. 

Posisi kedua dengan kasus kematian karena covid-19 disumbang Jawa Timur dengan 155 kasus meninggal. Jatim juga melaporkan 2.548 kasus positif dan 1.045 kasus sembuh. 

Kemudian posisi ketiga dipegang oleh DKI Jakarta dengan 142 kasus meninggal. DKI juga melaporkan 9.366 kasus positif, tertinggi dibanding provinsi lain, dan 3.655 kasus sembuh.

Opsi PPKM Darurat Non Jawa-Bali 

Pemerintah membuka opsi perluasan PPKM Darurat ke daerah di luar Pulau Jawa-Bali seiring dengan peningkatan laju kasus di wilayah tersebut. 

"Arahan bapak presiden, seandainya daerah itu fasilitas pendukungnya semakin terbatas atau berkurang, tentu sesuai mekanisme dan kriteria yang tentu akan kita tingkatkan dari ketat menjadi darurat," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto. 

Namun untuk saat ini, Airlangga mengatakan pihaknya masih fokus menerapkan PPKM Darurat di wilayah Jawa-Bali sementara penerapan PPKM mikro diperketat di wilayah tersebut. 

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sebelumnya melaporkan dalam sepekan terakhir kasus covid-19 di luar Jawa-Bali naik hingga 61,8 persen.


Lonjakan Zona Merah. 

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat sebaran daerah yang masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona melonjak menjadi 96 kabupaten/kota dalam sepekan terakhir. 

Jumlah daerah yang masuk zona merah pada pekan ini bertambah dibandingkan data pekan lalu yang mencatatkan 60 wilayah yang dikategorikan zona merah. 

Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sejauh ini sudah ada 553 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 dari enam jenis varian covid-19 yang teridentifikasi di Indonesia. Data itu merupakan perkembangan terkini per 6 Juli 2021. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan lonjakan kasus virus corona di Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir diakibatkan oleh mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B1617.2.

Peluang Vaksin Dosis Ketiga Nakes 

PT Bio Farma (Persero) selaku produsen dan distributor vaksin virus corona di Indonesia menyebut wacana pemberian dosis vaksin ketiga atau booster saat ini tengah digodok bersama pemerintah. Namun demikian, opsi sementara vaksin booster ini akan diberikan terhadap tenaga kesehatan terlebih dahulu. 

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir menyebut peluang itu telah dibicarakan pemerintah dalam diskusi bersama antara Kementerian Kesehatan, Bio Farma, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Organisasi profesi kesehatan di Indonesia. 

Kemenkes per Rabu (7/7) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 34.039.797 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Sementara baru 14.443.813 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Di kutip dari : https://www.cnnindonesia.com/

Read more ...
www.domainesia.com
Designed By Published.. Blogger Templates